Roadmap perusahaan dari SBU ke ISO

Roadmap perusahaan dari SBU ke ISO merupakan langkah strategis yang penting bagi pelaku usaha, khususnya di sektor konstruksi. SBU menjadi dasar legalitas operasional, sementara ISO berfungsi sebagai standar internasional yang meningkatkan kredibilitas dan daya saing perusahaan. Memahami tahapan dalam roadmap ini membantu perusahaan menyiapkan pondasi bisnis yang kuat sekaligus meningkatkan kepercayaan pasar.

Roadmap Perusahaan: Dari Peroleh SBU hingga Implementasi ISO

Proses sebuah perusahaan dari memperoleh SBU hingga implementasi merupakan perjalanan yang panjang, dari legalitas hingga peningkatan kualitas. Sebelum memulai bisnis, perusahaan wajib memiliki izin operasional dengan dibuktikannya kepemilikan atas SBU.

Proses perusahaan meraih Sertifikat Badan Usaha (SBU) dimulai dari tahap persiapan dokumen legalitas, seperti Akta Pendirian, SK Kemenkumham, NPWP, NIB, serta dokumen perizinan lain yang relevan. Setelah itu, perusahaan menentukan klasifikasi dan subklasifikasi bidang konstruksi yang sesuai dengan rencana usahanya. Seluruh persyaratan kemudian diajukan melalui sistem Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) yang telah terintegrasi dengan OSS.

Pada tahap berikutnya, dokumen yang diunggah akan diverifikasi oleh LPJK untuk memastikan keabsahan dan kelengkapannya. Jika dokumen telah sesuai, perusahaan akan dinilai berdasarkan kualifikasi usaha—baik kecil, menengah, maupun besar—serta kompetensi tenaga kerja konstruksi bersertifikat yang dimiliki. Setelah evaluasi selesai dan dinyatakan memenuhi syarat, perusahaan diwajibkan membayar biaya penerbitan melalui mekanisme PNBP.

Baca juga: Trio Sertifikasi SBU, ISO 9001, ISO 37001, Penentu Daya Saing

Apabila semua tahapan tersebut telah dilalui dengan benar, LPJK akan menerbitkan e-SBU yang dapat diunduh langsung melalui sistem OSS. Sertifikat ini berlaku selama lima tahun dengan kewajiban evaluasi tahunan. Untuk menjamin keberlanjutan legalitas, perusahaan harus secara berkala memperbarui SBU dengan memastikan kelengkapan dokumen serta ketersediaan tenaga kerja bersertifikat sesuai ketentuan yang berlaku.

Setelah meraih SBU, perusahaan dapat mengimplementasikan ISO dengan langkah-langkah berikut ini:

1. Analisis Kebutuhan dan Gap Analysis

Mengidentifikasi standar ISO yang relevan dengan perusahaan serta menilai kesenjangan antara praktik yang sudah ada dengan persyaratan standar.

2. Perencanaan dan Penyusunan Dokumen

Menyusun kebijakan, prosedur, dan instruksi kerja sesuai standar ISO, termasuk pembagian peran dan tanggung jawab dalam organisasi.

3. Pelatihan dan Sosialisasi

Memberikan pemahaman kepada seluruh karyawan mengenai pentingnya ISO, prosedur baru, serta peran mereka dalam mendukung implementasi.

4. Implementasi dan Monitoring

Menerapkan prosedur yang telah disusun ke dalam aktivitas operasional perusahaan, kemudian melakukan monitoring untuk memastikan konsistensi penerapan.

5. Audit Internal dan Sertifikasi

Melaksanakan audit internal untuk mengevaluasi kesesuaian sistem, melakukan perbaikan bila ada ketidaksesuaian, lalu mengajukan audit sertifikasi kepada lembaga sertifikasi resmi.

Roadmap untuk mendapatkan SBU hingga implementasi ISO memerlukan proses yang panjang. Oleh karena itu, jika Anda ingin bertanya atau berkonsultasi terkait SBU dan ISO, Anda dapat mengunjungi website berikut ini globalindokaryaindonesia.com. Tim kami tidak hanya memberikan rekomendasi dan saran terbaik, tetapi juga memberikan pelatihan dan pendampingan agar perusahaan Anda dengan lancar meraih SBU dan ISO dengan harga yang terjangkau. Segera konsultasikan dengan kami!

Konsultasikan Kebutuhan Anda