Hubungan SBU dengan Kualifikasi Tenaga Ahli

Memiliki Sertifikat Badan Usaha (SBU) merupakan hal yang wajib dimiliki setiap badan usaha di seluruh Indonesia. Hal ini tidak hanya sebagai bentuk kepatuhan terhadap regulasi, tetapi juga menjadi pembuktian badan usaha tersebut memiliki kemampuan dan kualifikasi dalam menjalankan bisnisnya. Kualitas perusahaan berbanding lurus dengan kualifikasi sumber daya perusahan atau tenaga ahli, sehingga pemahaman mengenai hubungan SBU dengan kualifikasi tenaga ahli menjadi hal yang sangat penting untuk menjamin profesionalisme dan legalitas perusahaan.

Ini Hubungan SBU dengan Kualifikasi Tenaga Ahli Bersertifikat ISO

Berdasarkan Permen PUPR No.8 Tahun 2022 tentang Tata Cara Pelaksanaan Pemenuhan Sertifikat Standar Jasa Konstruksi dalam Rangka Mendukung Kemudahan Perizinan Berusaha bagi Pelaku Usaha Jasa Konstruksi, Sertifikat Badan Usaha (SBU) adalah tanda bukti pengakuan terhadap klasifikasi dan kualifikasi atas kemampuan badan usaha jasa konstruksi termasuk hasil penyetaraan kemampuan badan usaha jasa konstruksi asing.

Sedangkan tenaga ahli merupakan seorang individu atau tenaga kerja yang memiliki keahlian atau spesialisasi dalam bidang tertentu. Pada konteks ini, tenaga ahli bersertifikat ISO adalah tenaga kerja yang memiliki sertifikat ISO melalui pelatihan sistem manajemen yang berkaitan dengan pekerjaannya, misalnya tenaga kerja konstruksi yaitu ISO 45001 (Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja) dan ISO 14001 (Sistem Manajemen Lingkungan).

Baca juga: Roadmap Perusahaan dari SBU ke ISO yang Perlu Anda Tahu

Antara SBU dengan tenaga ahli bersertifikat ISO memiliki hubungan, diantaranya:

1. SBU Memerlukan Tenaga Ahli Bersertifikat

Salah satu syarat utama penerbitan SBU adalah adanya tenaga ahli bersertifikat kompetensi yang sesuai dengan bidang dan sub-bidang usaha konstruksi. Sertifikat ini menunjukkan bahwa tenaga ahli memiliki kompetensi teknis dan manajerial yang diakui oleh lembaga berwenang (seperti LPJK). Dapat disimpulkan, perusahaan tidak bisa memperoleh atau memperpanjang SBU tanpa tenaga ahli yang bersertifikat.

2. Sertifikasi ISO Meningkatkan Kualitas dan Kinerja Tenaga Ahli

Sertifikasi ISO tidak secara langsung menjadi syarat administrasi SBU, tetapi berperan penting dalam meningkatkan kualifikasi dan kredibilitas tenaga ahli maupun perusahaan. Dampak dari lingkungan kerja yang memiliki sistem manajemen berbasis ISO yakni lebih disiplin terhadap standar mutu dan keselamatan, memahami proses kerja yang terdokumentasi dan terukur, serta dapat beradaptasi dengan sistem manajemen yang diakui secara internasional.

3. Integrasi SBU dan ISO Meningkatkan Daya Saing Perusahaan

Ketika perusahaan konstruksi memiliki SBU dan tenaga ahli bersertifikat ISO, maka dapat meningkatkan kredibilitas di klien, mitra, hingga pemerintah; memiliki peluang memenangkan proyek tender pemerintah, mengurangi kesalahan teknis dan administratif, serta meningkatkan efisiensi dan keselamatan.

Meskipun tidak terlihat, tetapi SBU dan tenaga kerja bersertifikat ISO memiliki hubungan satu sama lain yang dapat membantu perusahaan dalam memenuhi regulasi, meningkatkan kualitas dan kinerja tenaga ahli, serta integrasi SBU dan ISO yang dapat meningkatkan daya saing perusahaan. Jika Anda memiliki pertanyaan terkait SBU atau ISO, kunjungi website berikut ini globalindokarya.com. Tim kami memiliki pengalaman di bidang sertifikasi sistem manajemen, legalitas perusahaan, hingga ketenagalistrikan dengan harga yang terjangkau. Segera konsultasikan dengan kami!

Konsultasikan Kebutuhan Anda