Program Pengelolaan Limbah

Isu lingkungan menjadi topik yang hangat beberapa tahun terakhir ini. Hal ini dikarenakan pada masa sekarang, banyak limbah yang dihasilkan dari berbagai bidang industri. Oleh karena itu, penting bagi organisasi atau perusahaan untuk membuat program pengelolaan limbah yang sesuai dengan sistem manajemen lingkungan, yaitu ISO 14001. 

Pentingnya Program Pengelolaan Limbah Sesuai ISO 14001

Program pengelolaan limbah merupakan serangkaian kegiatan dalam menangani permasalahan sampah padat dan cari yang berasal dari pembuangan akhir. Kegiatan ini mencakup pengumpulan, pengangkutan, pengolahan, dan pembuangan. Pada proses pengolahan meliputi daur ulang, pemilahan, serta pengolahan air. Tujuan dari program ini yaitu untuk mengurangi pencemaran lingkungan, memanfaatkan kembali sumber daya, serta mengubah limbah menjadi produk bernilai ekonomis yang sesuai dengan regulasi pemerintah.

Sedangkan ISO 14001 adalah Sistem Manajemen Lingkungan (SML) yang dikeluarkan oleh organisasi non-pemerintah yaitu ISO (International Organization for Standardization) yang berfokus pada pengelolaan dampak lingkungan, meningkatkan kinerja lingkungan, memenuhi kepatuhan hukum, serta mencapai tujuan yang berkelanjutan.

1. Memastikan Kepatuhan Regulasi Lingkungan

Program pengelolaan limbah berbasis ISO 14001 dapat membantu organisasi mengidentifikasi dan memenuhi seluruh kewajiban hukum terkait limbah, termasuk limbah B3. Dengan sistem yang terstruktur, risiko pelanggaran, sanksi, dan masalah hukum dapat diminimalkan.

2. Mengendalikan Dampak Lingkungan secara Sistematis

ISO 14001 menekankan pendekatan berbasis risiko dan siklus hidup (life cycle perspective), sehingga melalui dokumen berdasarkan standar ISO 14001, program pengelolaan limbah ini dapat dilaksanakan dengan terencana, mampu mengurangi pencemaran lingkungan, serta mencegah terjadinya dampak lingkungan yang merugikan di kemudian hari.

3. Meningkatkan Efisiensi Operasional dan Citra Perusahaan

Pengelolaan limbah yang baik dapat mendorong pengurangan limbah dari hulu, mengurangi dampak lingkungan, serta pemanfaatan kembali sampah atau limbah daur ulang. Hal ini akan berdampak pada penekanan biaya operasional, memperkuat reputasi perusahaan, dan komitmen perusahaan terhadap keberlanjutan lingkungan.

Baca juga: Standar ISO vs Regulasi AMDAL, Mana yang Lebih Baik untuk Audit Lingkungan?

Ini Contoh Program Pengelolaan Limbah yang Sesuai ISO 14001

Salah satu perusahaan yang melakukan pengelolaan limbah yaitu PT Phapros Tbk. PT Phapros Tbk berupaya melakukan program pengurangan limbah berupa limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun), non B3, dan 3R (Reduce, Reuse, Recycle). 

Komitmen PT Phapros Tbk ini berupa program penggantian botol sirup kaca menjadi botol cipro sehingga menurunkan limbah kemasan bekas B3, peningkatan berupa produktivitas produk dextamine dengan integrasi proses deduster sehingga menurunkan afkir produk, reuse endotoksin glass, dan tip steril sehingga menurunkan limbah kemasan bekas B3, serta penggantian lampu TL menjadi lampu LED sehingga menurunkan jumlah limbah B3 lampu TL. Dari hasil kebijakan tersebut, terjadi penurunan timbulan limbah B3 sebesar 4% per tahun. Sedangkan pada 3R dan limbah non B3 sebesar 3% per tahun.
Jika Anda memiliki pertanyaan terkait ISO 14001, hubungi kami melalui globalindokarya.com. Tim kami tidak hanya memberikan rekomendasi terbaik, tetapi juga memberikan pendampingan hingga organisasi Anda meraih sertifikasi ISO 14001. Segera konsultasikan dengan kami!

Konsultasikan Kebutuhan Anda